Sabtu, 02 September 2017

Mengapa Zaid selalu Memukul Amr?


Kala itu Dawud Basya (seorang menteri di Turki pada masa Daulah Utsmaniyyah) hendak belajar bahasa Arab, maka ia pun memanggil “guru privat”.

Karena seringnya sang guru memberi contoh kalimat:
 ضَرَبَ زَيْدٌ عَمْرًا 
Maka suatu hari ia bertanya kepada gurunya: “apa kesalahan Amr hingga Zaid memukulinya setiap hari?? Serendah itukah kedudukan Amr hingga Zaid bisa bebas memukulinya??!!”

Sang guru menjawab: “tidak ada yang memukul maupun yang dipukul wahai tuanku, ini hanya sebuah contoh yang dibuat para ulama supaya mudah dipahami.”

Jawaban tersebut tidak memuaskan hati Dawud, ia pun marah dan memenjarakan gurunya.

Kemudian ia mencari guru yang lain dan kejadian ini pun berulang, hingga penjara dipenuhi oleh para ahli nahwu.

Hingga ia memanggil seorang ulama dari Baghdad, yang mana ulama tersebut sudah tahu apa yang hendak ditanyakan sang menteri.

Daud bertanya: “apa kesalahan Amr hingga Zaid terus memukulinya??!!”

“Kesalahan 'Amr (عمرو) adalah ia telah mencuri wawu yang ada pada nama anda, Dawud (داود). Semestinya ada dua huruf wawu pada kata Dawud (داوود). Karenanya para ulama memerintahkan Zaid untuk memukul 'Amr setiap hari sebagai bentuk hukuman atas perbuatannya" jawab sang ulama dengan tegas.

Dawud pun puas dengan jawaban ini dan memerintahkan untuk membebaskan seluruh ulama yang ia penjarakan.

Rizki Gumilar

Disari dari kitab an-Nadzhorot wa al-‘Ibarot karya Musthofa Luthfi al-Manfaluthi hal: 261-262
di Kampung Santri


6 komentar:

  1. Ustadz apa boleh saya belajar dan mengajarkan semua materi yang ustadz posting?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Alhamdulillah jika bisa bermanfaat bagi orang lain, silakan...

      Hapus
  2. terimakasih banyak ustadz, qobiltu

    BalasHapus
  3. Bismillah, ustadz, ana bisa menghadiri kajian bahasa arab ustadz di Sukoharjo, di hari apa saja? Syukran

    BalasHapus
    Balasan
    1. Afwan saya tidak punya jadwal rutin

      Hapus